Sugeng Rawuh

Assalamu'alaikum...

Happy Reading My Humble Blog,nggih Sedherek-sedherek...Lagi dibangun sana-sini.Maklum baru pindah . Jadi gini sodara-sodara, sekarang saya pindah ke sini,nih. Di tempat lama biarkan jadi arsip sajo. Mau tampil beda dari yang dulu xixixi...bukannya kamuflase tapi.... ah sudahlah..met mbaca kalo memang mau mbaca...Pokoke keep writing walo pengunjung mangsih sepi


Ini 'rumah' ku yang laen
http://ghandokkoe.blogsome.com
http://ghandokkoejualan.blogspot.com

January 19, 2009

Filosofi Sepakbola (Revisi)


Dari apapun kita bisa belajar banyak hal termasuk dari sebuah jenis olahraga permainan yang paling populer sejagad raya ini. Sepakbola. Permainan satu ini selain menghibur,menguntungkan bagi yang membisniskannya, dan menegangkan juga menyimpan pelajaran penting bagi kita. Sepakbola sebuah permainan yang filosofis. Setidaknya saya menangkap 2 filosfi dalam sepakbola.

1.Amal Jama'i
We are not superman ,we are superteam, begitulah gambaran dari sepakbola. Tentu saja kalimat tersebut 'mengharamkan' individualisme para pemainnya. Sehebat apapun seorang pemain sepakbola tapi ia tidak akan menjadi hebat manakala hanya sendiri.Ia tak akan mampu melesakkan sebuah golpun ke gawang lawan. Maka pemain yang cenderung 'asyik' sendiri akan mendapat cemoohan dari penonton,pelatih dan tentu saja kawannya sendiri. Memang terkadang aksi-aksi individu di rumput hijau terlihat indah,hebat dan menantang apalagi ketika ia berhasil melewati kepungan lawan,tepuk sorai akan membahana. Tapi jika dilihat secara keseluruhan, keberhasilan dari aksi individu ini sangatlah sedikit dan bisa saja dikatakan hanya kebetulan jika seorang pemain yang beraksi secara individu berhasil menyarangkan bola di gawang lawan. Ya,sepakbola adalah sebuah permainan yang membutuhkan kerjasama tim untuk memenangkannya. Christiano Ronaldo ataupun Wayne Rooney tidak akan hebat tanpa bekerjasama dengan Scholes,Vidic dan pemain-pemain lainnya. Kerjasama yang apiklah yang membuat gol tercipta dari kaki Sang Striker. MU, Chelsea, Ac Milan,dan Juventus tak akan menjadi klub besar jika para pemainnya (walapun pemain kunci sekalipun) merasa hebat sehingga merasa tidak membutuhkan pemain lainnya. Seluruh pemain, suporter, dan official sebuah klub akan tampak lunglai dan sedih manakala klubnya tidak memenangkan permainan dan semua akan gembira ria ketika klub memenangkan pertandingan. Itulah aura amal jama'i dalam sepakbola,aura gerakkan bersama. 

Di permainan inilah kita bisa belajar tentang pentingnya amal jama'i, bahwa suatu tujuan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan orang lain, tanpa kerjasama dengan orang lain. Islam yang universal tentu saja memerintahkan untuk ber amal jama'i, lebih-lebih dalam berdakwah. Syaikh Musthafa Masyhur mengatakan dalam bukunya, Amal Jama'i bahwa surat Almaidah ayat 104 yang artinya adalah ,”" Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan, menyuruh pada yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung" , mengisyaratkan tentang pentingnya beramal jama'i sebab usaha perseorangan dengan cara sendiri-sendiri tidak akan mampu memikul tugas. Tidak ada salahnya belajar tentang arti penting amal jama'i dari sepakbola apapun pandangan kita terhadap sepakbola. Amal jama'i akan melahirkan rasa saling membutuhkan sesama sehingga saling sikut, egoisme, dan primodialisme akan bisa diminimalisir . Dengan begitu hidup ini akan indah,tentram, damai, sejahtera lahir dan batin.
2.Pantang Menyerah
Salah satu yang menghibur dari sepakbola adalah aksi-aksi heroik para pemainya. Aksi berani mati pemain menghadang lawan yang ingin melesakkan bola ke gawangnya dan aksi pemain ingin mencipta sebuah gol, adalah contoh aksi-aksi heroik di atas lapangan rumput hijau. Praktis,, hampir semuah aksi pemain sepakbola di lapangan adalah aksi heroik, aksi berani mati, aksi tak pernah menyerah.

Terjatuh, terjugkal hingga cedera baik cedera sementara ataupun cedera permanen, bahkan nyawa melayang adalah hal biasa dalam sepakbola. Semua demi tujuan memenangkan pertandingan. Apakah kemenangan dari pertandingan sepakbola sebuah harga mati sehingga terkadang nyawa menjadi taruhannya? Tentu ada yang menjawab tidak dan ada yang menjawab iya. Terlepas dari bagaimana pandangan seseorang tentang kemenangan tapi satu hal yang pasti sepakbola memberi pelajaran agar jangan pernah menyerah untuk mencapai tujuan apapunpun rintangan dan halangannya.  

 Jiwa ksatria adalah jiwa berkomitmen tinggi dengan apa yang menjadi tanggung jawabnya, jiwa yang tak pernah menyerah, tidak putus asa walaupun kemungkinan berhasil hanya 0,0000xxx %. Dan sepakbola mengajari kita hal ini. Sang pemain akan berusaha dengan penuh daya dan upaya menghadang bola padahal kemungkinan bola tersebut masuk ke gawangnya 99,99 %. Bola itu bundar sehingga peluang 0,1 % bisa membalikkan keadaan, mungkin itu yang terpikir oleh para pemain sepakbola ketika beraksi di lapangan. Injury time yang hanya sekian menit pun tak akan pernah disia-siakan oleh pemain. Padahal kita sebagai penonton sudah hopeless, apa gunanya waktu sesaat tersebut? tak akan merubah keadaan, itu yang terpikir oleh kita sebagai penonton. Tapi tidak bagi sang pemain, injury time bahkan bisa mengubah keadaan 100%. Tak sedikit bukan pemain yang 'beruntung' di menit-menit terakhir dengan memasukkan bola ke gawang lawan? Dan akhirnya ia dan kawan-kawan memenangkan pertandingan.

Terkadang ketika kita ingin mencapai suatu tujuan sering berhenti di langkah ke 99 padahal langkah ke 100 tujuan kita akan tercapai. Thomas Alfa Edison selalu bereksperimen walaupun banyak orang mencemoohnya bahkan menyakitinya. Ia tidak pernah putus asa dan akhirnya ia termasuk ilmuwan paling hebat di dunia. Lebih dari 1000 paten penemuan atas namanya. Andaikan ia menyerah tentu ia tidak akan menjadi maestro penemuan yang bersejarah bagi kehidupan manusia. Halangan, rintangan, dan cobaan akan selalu ada bagi orang yang ingin mencapai sebuah tujuan dan hal tersebut akan memperindah dinamika hidup. Bukankah permainan sepakbola akan sangat menghibur dan terlihat indah manakala terlihat oleh kita aksi-aksi penuh halangan dan rintangan? dan sebaliknya permainan akan sangat membosankan manakala alurnya 'mulus-mulus' saja.
Jadi tidak ada alasan bagi umat ini untuk berputus asa walaupun nasib seperti di ujung tanduk. Harus selalu ada keyakinan di hati bahwa Palestina yang kini menjelma menjadi neraka dunia suatu saat akan menjadi surga dan tentunya dengan usaha dan pantang menyerah. 

  Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri,

  janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah....(Qs: AzZumar:53)

(gambar diambl dari pulauseribu.net)

0 komentar:

Post a Comment

Komentar